Jumat, 14 Desember 2012

Pengembangan Sistem : Suatu Survei ...



BAB 7..
Pengembangan Sistem : Suatu Survei

Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Siklus hidup pengembangan sistem adalah pendekatan melalui beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana sistem tersebut telah dikembangkan dengan sangat baik melalui penggunaan siklus kegiatan penganalisis dan pemakai secara spesifik, siklus itu antara lain :
1. Mengidentifikasikan masalah, peluang dan tujuan.
2. Menentukan sarat-sarat informasi.
3. Menganalisis kebutuhan sistem.
4. Merancang sistem yang direkomendasikan.
5. Mengembangkan dan medokumentasikan perangkat lunak.
6. Menguji dan mempertahankan sistem.
7. Mengimplementasikan dan mengevaluasikan sistem
Dalam mengimplementasikan suatu pengembangan sistem sangat diperitungkan akan ada sebab, masalah, visi/tujuan, serta pluang-peluang yang akan terjadi.Maka angat sangat pentingnya menentukan informasi yang mengalir, menganalisanya, merancang, memuat, serta mendokumentasikannya.sehingga setelah tahap-tahap sebelumnya terlaksana, kita dapat melakukan pengujian, membandingkan dan menentukan ketahanan akan sistem tersebut. Kemudian mengimplementasikanya, dan lakukan tahap terakhir yaitu dengan mmengevaluasi sistem tersebut.
Ada empat tahap atau langkah umum dalam analisis sistem:
1.    Survei sistem berjalan
2.    Menngidentifikasi kebutuhan informasi pemakai
3.    Mengidentifikasi kebutuhan sistem yang perlu untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai
4.    Penyajian laporan analisis sistem

Perancangan Sistem
Perancangan sistem merupakan formulasi  spesifikasi rinci dari sistem yang diusulkan.
Terdapat tiga tahap dalam perancangan sistem:
1.    Evaluasi rancangan alternatif dari sistem yang diusulkan
2.    Penyajian spesifikasi rancangan rinci
3.    Penyajian laporan perancangan sistem
Standar-Standar Dokumentasi
Format khusus dari dokumentasi pengembangan sistem biasanya disebutkan dalam standar-
standar dokumentasi pengembangan sistem organisasi.
1.    Studi kelayakan: analisis yang dilakukan untuk menentukan apakah proyek layak dipertimbangkan atau tidak. Tujuannya untuk menjawab seluruh pertanyaan kelayakan teknis, ekonomis dan operasional.
2.    Diagram arus logis
3.    Kamus-kamus data: mendokumentasikan muatan khusus basis data
4.    Perancangan konseptual: dasar perancangan sistem yang rinci.
5.    Laporan perancangan sistem: translasi dari laporan perancangan konseptual ke dalam kinerja sistem yang rinci dan spesifikasi fungsional yang diperlukan untuk memulai perancangan sistem secara fisik
6.    Bagan alir dan tabel keputusan
7.    Deskripsi program
8.    Prosedur-prosedur operasi, manual berjalan. Manual berjalan adalah kumpulan dokumen yang terorganisasi yang berkaitan dengan prosedur-prosedur operasi mencakup aplikasi-aplikasi tertentu
9.    Deskripsi berkas; prosedur-prosedur memasukkan data
10.  Rencana pengubahan
11.  Skedul operasi dan perwatan
12.  Rencana audit
13.  Komentar pemakai

Teknologi dan praktik pengembangan sistem

Pengendalian Produktivitas Analis/Pemrogram

Pemrograman terstruktur adalah konsep yang berkaitan dengan gaya pemrograman umum, dan dalam sebagian besar format abstraknya, merupakan jenis dari logika simbolis, yang berkaitan dengan ketepatan dan perancangan program. Structured programming meliputi pengembangan standar rancangan program yang menspesifikasikan bagaimana cara para pemrograman dan bagaimana program-program dirancang secara memadai.



Computer aidded software engineering (CASE)

CASE merupakan proses yang menggunakan teknologi perangkat lunak komputer yang menunjang bidang rekayasa otomatis untuk mengembangkan dan memelihara perangkat lunak. CASE ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas perangkat lunak melalui perbaikan standar dan analisis dan mengurangi biaya pengembangan. CASE terdiri atas beragam peralatan:

1.   Repositori (pusat CASE)
2. Peralatan pendiagraman
3. Pemverifikasi syntax
4. d. Prototyping
5. Pembuatan kode
6. Manajemen proyek

Secara konseptual terdapat beberapa masalah dalam pendekatan prototyping:
1.    Sistem yang tidak selesai tidak dapat diterima sebagai sesuatu yang selesai
2.    Kesulitan mengelola dan mengendalikan proses yang menimbulkan banyak perubahan

Perencanaan & Pengorganisasian Proyek Sistem

Para akuntan perlu mengetahui tentang proses ini karena dua alasan :
1. Mereka berpartisipasi dalam tim proyek yang mendesain sistem akuntansi.
2. Para auditor memeriksa dan memberikan saran bagi sistem baru sebelum sistem itu dilaksanakan.
Sumber:
http://whaysworld.wordpress.com/
http://gomgomrevolution.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar