Jumat, 14 Desember 2012

Teknologi Informasi Auditiy ...



Bab 11 ..

Teknologi Informasi Auditing

Teknologi auditing sistem informasi telah berkembang seiring perkembangan sistem computer. Beberapa
teknologi terkait dengan biaya yang cukup signifikan untuk mengimplementasikannya, sementara
teknologi-teknologi lainnya dapat diimplementasikan dengan biaya relative rendah.
Istilah audit sistem informasi digunakan secara umum untuk menggambarkan dua jenis aktivitas yang
berbeda yang terkait dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah ini adalah untuk menggambarkan
proses pengkajian ulang dan pengevaluasian pengendalian internal dalam sistem pemrosesan data
eektronik. Jenis kegiatan ini digambarkan sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan umum lainnya
adalah untuk menggambarkan penggunaan komputer oleh seorang auditor untuk melakukan beberapa
pekerjaan audit yang biasanya akan dikerjakan secara manual. Jenis aktivitas ini digambarkan sebagai
auditing dengan komputer.
Teknologi audit sistem informasi telah berkembang seiring perkembangan sistem komputer. Namun
demikian, tidak terdapat teknologi auditing secar keseluruhan. Sebaliknya, terdapat beberapa teknologi
yang dapat digunakan dengan cukup baik untuk mencapai tujuan audit. Tekologi yang didiskusikan dalam
bab ini antara lain adalah data pengujian, fasilitas uji terintegrasi (ITF), simulasi paralel, dan perangkat
lunak audit secara umum. Teknologi-teknologi audit sistem informasi berbada satu sama lain, demikian
juga keahlian teknis yang diperlukan untuk menggunakan teknologi-teknologi tersebut. Beberapa
teknologi terkait erat dengan biaya yang cukup signifikan untuk diimplementasikan.
Pendekatan-pendekatan untuk sebuah audit sistem informasi mengikuti babarapa variasi sebuah struktur
tiga-tahap. Tahap-tahap tersebut adalah kaji ulang dan evaluasi awal bidang yang akan diaudit, kaji ulang
dan evaluasi terperinci, dan pengujian. Terdapat tiga jenis audit sistem informasi, yaitu audit sistem
informasi, audit pengembangan sistem aplikasi, dan audit pusat layanan komputer.

Konsep-Konsep Auditing PDE

• Struktur Audit Laporan Keuangan
Tujuan dan tanggungjawab utama auditor ekstern adalah menilai kewajaran laporan keuangan suatu
perusahaan. Sementara auditor intern melayani kebutuhan manajemen perusahaan, auditor ekstern
melayani para pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat luas.
• Auditing di Seputar Komputer
Dalam pendekatan di seputar computer, porsi pemrosesan diabaikan. Dokumen2 sumber untuk untuk
masukan ke system dipilih dan diikhtisarkan secara manual sehingga tidak dapat dibandingkan dengan
keluaran. Setelah batch2 diproses dalam system, total akan diakunulasikan untuk menyajikan catatan yg
diterima (be accepted) dan yg ditolak(be rejected).

• Auditing Melalui Komputer
Auditing melalui computer dapat didefinisikan sebagai verifikasi pengendalian2 dalam system PDE. Audit
PDE untuk versifikasi ketaatan pengendalian intern dan auditor ekstern. Tujuan2 auditor ekstern biasanya
diarahkan untuk atestasi laporan keuangan. Auditor intern memiliki tujuan2 yg sama; disaat berbeda,
auditor intern melakukan audit ketaatan untuk memenuhi kebutuhan manajemen atau
kebutuhantertentu lainnya dalam perusahaan.

• Auditing Dengan Komputer
Manfaat potensial penggunaan teknologi system informasi dalam audit meliputi hal2 berikut:
1. Kertas kerja yg dihasilkan computer umumnya lebih mudah dibaca dan lebih konsisten.
2. Waktu dapat dihemat dengan mengeliminasi penghitung, penghitung silang, dan kalkulasi rutin lainnya.
3. Kalkulasi,pembandingan, dan manipulasi data lainnya akan menjadi lebih akurat.
4. Kalkulasi telaah analitis akan lebih efisien, dan lingkupnya dapat diperluas.
5. Informasi proyek seperti anggaran waktu dan pemonitoran waktu actual dan jumlah dianggarkan akan lebih mudah dihasilkan dan dianalisis.
6. Korespondensi audit standar seperti kuesioner dan daftar periksa, surat proposal, dan format2 laporan dapat disimpan dan dimodifikasi secara mudah.
7. Moral dan produktivitas dapat ditingkatkan dengan mengurangi waktu untuk tugas2 klerikal.
8. Akan terjadi peningkatan independensi karyawan2 sistem informasi.

Teknologi PDE Auditing

Ø Data Uji
Data uji dientri untuk data yang abash dan yg tidak abash. Contohnya: transaksi2 penggajian yg nomer
identifikasi karyawannya abash dan tidak abash. Sebelum pemrosesan data uji, secara manual masukan
diproses untuk menentukan bagaimana bentuk keluaran. Jika hasil tidak seperti yg diharapkan, auditor
harus menentukan penyebab penyimpangan tersebut.
Ø Fasilitas pengujian terpadu-integrated test facility (ITF)
ITF mencakup penggunaan data uji dan pembuatan rekor fiktif (pemasok, karyawan) dalam file master
sistem computer. Contohnya: Transaksi2 penggajian untuk karyawan fiktif diproses secara bersamaan
dengan transaksi2 penggajian yg abash. Teknik ini terpadu karena data uji diproses secara pararel dengan
transaksi siel master sebenarnya yg memuat entitas2 riel dan fiktif. Oleh karena itu, pengecekan audit
dibuat sebagai bagian dari siklus pemrosesan normal, untuk meyakinkan bahwa program2 yg memproses
data riel.
Ø Simulasi pararel
Pemrosesan data nyata melalui program audit. Keluaran simulasi dan keluaran nyata kemudian
dibandingkan. Contohnya: Perhitungan penyusutan diverifikasi melalui pemrosesan file master aktiva
tetap dengan program audit.
Ø Perangkat lunak audit
Program computer yg memungkinkan computer digunakan sebagai alat audit. Contohnya: Auditor
menggunakan program computer untuk mengambil data dari file master.
Ø Perangkat lunak audit umum (GAS)
Perangkat lunak yg dirancang secara khusus untuk mendukung penggunaan teknologi informasi dalam
auditing. Paket2 ini dapat menjalankan tugas2 seperti pemilihan data dari file, pengecekan komputasi,
dan pencarian akun2 yg tidak biasa dalam file.
Jenis-jenis Audit PDE
v Pendekatan Umum terhadap PDE Audit
Sebagaian besar pendekatan terhadap PDE audit mengikuti tiga tahap umum, yaitu:
Tahap telaahan awal PDE audit menentukan tindakan yg akan dilakukan dalam audit dan mencakup keputusan2 yg berkaitan dengan area2 tertentu.
Tahap umum kedua PDE audit adalah telaahan dan evaluasi rinci. Temuan2 dalam area yg dipilih dalam audit. Dokumentasi area aplikasi ditelaah dan data yg berkaitan dengan operasi sistem melalui wawancara, kuesioner pengendalian intern, dan observasi langsung.
Tahap ketiga dalam audit adalah pengujian. Menghasilkan bukti ketaatan terhadap prosedur2. Penguji ketaatan untuk memberikan jaminan memadai bahwa pengendalian intern ada dan bekerja sesuai dengan yg dinyatakan dalam dokumentasi sistem.
v Audit atas Aplikasi-Aplikasi PDE
Pengendalian2 aplikasi dibagi menjadi tiga area umum: masukan, pemrosesan, dan keluaran. Audit atas aplikasi2 PDE umumnya mencakup penelaahan pengendalian dalam tiga area tersebut.
v Audit Pengembangan Sistem Aplikasi
Standar2 pengembangan sistem merupakan dokumentasi yg menjadi panduan perancangan, pengembangan, dan implementasi sistem aplikasi. Pengendalian2 manajemen proyek mengukur dan mengndalikan perkembangan selama pengebangan sistem aplikasi. Manajemen proyek meliputi perancangan proyek dan penyeliaan proyek. Pengendalian pengubahan program berkaitan dengan pemeliharaan program2 aplikasi. Tujuan pengendalian2 tersebut untuk mencegah pengubahan yg tidak sah dan bersifat penggelapan terhadap program2 yg telah diuji dan diterima.
v Audit Atas Pusat Layanan Komputer
Audit akan dilakuan terhadap beberapa area. Salah satu area akan berkaitan dengan pengendalian2 lingkungan. Ada beberapa hal yg menjadi perhatian dan oleh karenanya banyak kemungkinan pengendalian dalam area ini.
Rencana pemulihan bencana harus mencakup hal2 yg berkaitan dengan misalnya pernyataan tanggung jawab manajemen. Area ini mencakup teknik2 yg digunakan untuk menganggarkan faktor2 beban peralatan, statistic pemanfaatan proyek, dan persyaratan2 anggaran dan rencana penetapan staf, dan rencana perolehan peralatan.
Sumber :

Sistem Pemrosesan Data Elektronik ...



BAB 10 ..

Sistem Pemrosesan Data Elektronik

Sistem Masukan
Input pada sistem komputer dapat dibagi dalam dua bentuk : program atau serangkaian instruksi yang memberitahukan komputer operasi apa yang harus dikerjakan, dan data yang harus diproses. Teknisi yang terlatih, disebut programer, merencanakan perubahan data yang belum diproses ke dalam sebuah media seperti kartu berlubang, pita kertas berlubang, atau pita magnetik yang dapat diterima komputer.
Berikut bentuk-bentuk input data yang dapat digunakan pada sistem komputer modern :
  1. Kartu berlubang, yang memasukkan data ke dalam mesin lubang kunci dan kemudian ditransfer ke dalam komputer dengan alat pembaca kartu (card reader).
  2. Pita kertas berlubang, menggunakan sebuah kode dengan lima sampai delapan saluran.
  3. Pita Magnetik, data dicatat sebagai titik-titik magnetis untuk menciptakan sinyal listrik.
  4. Disket magnetik, disket metal tipis yang di kedua sisinya dilapisi materi pencatat.
  5. Scanner optik yang membaca dokumen cetak maupun tulisan tangan.
  6. Pembaca karakter tinta magnetik yang membaca simbol cetak dalam tinta magnetik pada dokumen seperti blangko cek bank, yang dirancang untuk dikembalikan ke pengirim.
  7. Mesin tik dan terminal data, yang digunakan untuk input data secara langsung, untuk memperbaharui data yang telah disimpan dalam komputer, dan untuk mencari data dalam komputer.
  8. Alat titik penjualan, menggunakan penanda karakter optik untuk mencetak dan membaca pita jurnal atau alat perekam magnetik dengan biaya yang murah.
Sistem Pemrosesan
Pemrosesan data adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau
pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara
otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas
secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi.
Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data
mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan
masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.

Sistem Keluaran

Setelah program dijalankan, hasil operasi komputer atau output di komunikasikan kepada
pengguna. Jenis-jenis peralatan utama untuk output :
  1. Printer.
  2. Layar Visual (terminal).
  3. Unit respon suara.
  4. Alat output tujuan khusus
Sumber :

Pemrosesan File Dan Konsep Manajemen Data ...



BAB 9 ..

Pemrosesan File Dan Konsep Manajemen Data

TINJAUAN SEKILAS TENTANG TEKNOLOGI
                                   
Field,Unsur Data ,Atribut dan Elemen–elemen
Istilah – istilah field,unsure data ,atribut dan elemen digunakan secara bergantian untuk menyebutkan
blok data terkecil yang disimpan dan digunakan dalam system informasi.
Contoh – contoh field adalah
• Nama pelanggan
• Nomor tunjangan social karyawan
• Nomor pesanan pembelian
Pengelompokan logis atas field disebut catatan (record).
NAMA CATATAN adalah nama dari catatan misalnya pemasok atau karyawan.
OKUREENSI CATATAN adalah himpunan spesifik nilai-nilai data untuk catatan.Contoh : KARYAWAN
(NAMA, NOMOR, USIA).
Panjang catatan-tetap dan variable
Catatan dalam filed dapat memiliki panjang yang tetap atau variable.Sebagian besar catatan yang
disimpan dalam direct access storage device (DASDs) adalah catatan dengan panjang-tetap.Akhir dari
catatan dengan panjang-catatan yang termuat dalam field dalam catatan itu sendiri.
CATATAN PENJEJAK adalah perluasan dari catatan master.
KELOMPOK BERULANG adalah kelompok field yang berhubungan yang diulang dalam catatan dengan
panjang-variabel.
Part tampak sebagai induk dari pemasok dan lokasi karena setiap pemunculan PART akan menimbulkan
lebih dari satu pemasok atau lokasi.Secara umum, elemen tingkat tertinggi dalam diagram pohon adalah
induk ; elemen dengan tingkatan lebih rendah yang tampak pada diagram pohon yang berkaitan dengan
(atau bagian dari) induk disebut anak.

 Evaluasi TEKNOLOGI DATABASE

Teknologi database berkembang sejalan dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak.
Selama tahun 1960-an, system mainframe berpengaruh terhadap dunia usaha Amerikaterutama dalam
hal penyimpanan dan perkembangan pesat file data. Sejak saat itu, biaya per gigabyte penyimpanan
missal terus menurun.
Pembuatan jaringan dan teknologi komunikasi mengubah skala ekonomi pembuatan database.Teknologi
komunikasi Prodigy Servvice berdampak pada biaya database bagi banyak pelaggan, seperti halnya juga
para pembuat iklan.

SISTEM MANAJEMAN DATABASE DAN ARSITEKTURNYA
Terdapat 3 tingkatan arsitektur yang relevan dengan database dan manajemen database; arsitektur
tingkat konseptual, arsitektur tingkat logis, dan arsitektur tingkat fisik.
GAMBAR ARSITEKTUR DATABASE :
Isi database, Penggunaan Database Laporan yg diinginkan, Informasi yang ingin diketahui Struktur data
logis : Pohon (sacara hirarki), Jaringan, dan hubungan (relasional). Metode” akses : Sekuensial, Sekuensial
terindeks
Sumber :